Soe Hok Gie adalah salah satu tokoh pergerakan yang gw
sukai. Dia begitu mencintai sastra sebagaimana ia mencintai keadilan. Ia tak
segan-segan berbicara lantang mengkritik gurunya yang merasa paling benar di
kelas. Bahkan ia menjadi salah satu tokoh mahasiswa yang menggulingkan Orde
Lama. Soe Hok Gie juga tergabung dalam komunitas pecinta lingkungan di
kampusnya. Ia banyak menghabiskan waktu bercengkrama dengan alam dan tulisan. Salah
satu puisinya yang paling gw sukai adalah puisinya yang terakhir sebelum ia
meinggal dunia.
Ada orang yang menghabiskan
waktunya berziarah ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan
waktunya berjudi di Miraza
Tapi aku ingin menghabiskan waktu
ku di sisimu, sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita
yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang
manis di lembah Mandala Wangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang
mati kena bom di danau
Ada bayi-bayi yang mati lapar di
Biapra
Tapi aku ingin mati disisi mu,
Manis ku
Setelah kita bosan hidup dan
terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak
satu setan pun tahu
Mari sini sayang ku
Kalian yang pernah mesra,
Yang pernah baik dan simpati pada
ku
Tegaklah ke langit luas atau awan
yang mendung
Kita tak pernah menanamkan
apa-apa
Kita tak kan pernah kehilangan
apa-apa
(Catatan 11 November 1969)
Nasib terbaik adalah tidak pernah
dilahirkan
Yang kedua, dilahirkan tapi mati
muda
Dan yang tersial adalah berumur
tua
Berbahagialah mereka yang mati
muda
Makhluk kecil
Kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu
(Catatan 22 Januari 1962)
21:19
Share:
0 comments: