Tidak terasa Bulan Juni sudah berlalu. Sebegitu cepatkah waktu meninggalkan masa lalu. Hanya menyisakan kenangan yang entah bisa diingat atau tidak. Sekarang sudah memasuki akhir bulan Juli, para petinggi yang memperebutkan kursi presiden masih berseteru satu sama lain. Tak ketinggalan para pendukung fanatiknya yang memberikan dukungan membabi buta seakan calonnya adalah yang paling layak.
Piala dunia juga sudah berakhir. Menghadirkan Jerman sebagai jawara dunia untuk keempat kalinya. Menyajikan drama menarik bagi para pecinta sepak bola.
Ramadhan juga akan segera berakhir, memasuki fase terakhir.
Yang tak kunjung hadir hanya kepastian nasib. Ia pernah hadir di Bulan Maret, April, Juni, tapi tak pernah pasti.
Banyak yang merindu hujan di bulan juni.
"Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulaln juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu"
-Sapardi Djoko Damono-
Tampaknya kami ingin seperti hujan bulan juni.
Wednesday, 16 July 2014
Hujan Bulan Juni
Posted by Unknown |  No comments
22:58
Share:
Adalah seorang yang hobi menulis, membaca, dan bermain musik. He wants to be a great writer. Follow him on Twitter.
0 comments: